Polavip - Ronald Koeman yang statusnya mungkin tak aman andai Barcelona sudah dipimpin oleh presiden yang layak. Pada situasi normal, gosip pemecatan Koeman seharusnya sudah menguat karena Blaugrana mengalami awal musim yang begitu buruk.
Tapi untung bagi Koeman, karena Barca memiliki sejumlah masalah yang lebih besar di balik layar. Saat ini kursi kepresidenan sedang kosong, baru akan terisi pada akhir Januari 2021 mendatang. Para kandidat pun mulai berlomba-lomba untuk kampanye.
Alhasil Koeman masih relatif aman, setidaknya dia punya waktu dan ruang untuk bekerja tanpa adanya gangguan. Meski begitu, tak segalanya tentu berjalan dengan manis bagi Koeman. Hasil buruk di lapangan tetap membawa konsekuensi buruk.
Hasil-hasil buruk ini lantas membuat ruang ganti tak lagi nyaman. Bahkan Antoine Griezmann berani menyalahkan sikap para pemain atas kekalahan dari Juventus kemarin.
Meski berani mengkritik diri sendiri, para pemain pun mulai merasa bahwa ada masalah pada gaya bermain tim sejak kedatangan Koeman. Masalah ini terletak pada formasi 4-2-3-1.
Perubahan itu penting, tapi bagi sebagian besar pemain yang tumbuh di Barca dengan formasi 4-3-3, gaya main baru ini memaksa mereka membuat banyak kesalahan individu.
Singkatnya, gaya main ini menggoyang stabilitas tim. Ada empat pemain di lini pertahanan, empat penyerang, dan hanya dua gelandang yang kerepotan. Akibatnya Barca tidak dapat melakukan serangan dengan baik, pun tak bertahan dengan baik juga.
Ruang ganti pun merasa ada masalah struktural yang membuat aplikasi taktik 4-2-3-1 menjadi sangat sulit. Pertama jelas perginya striker murni sekalas Luis Suarez yang membuatnya segalan menjadi lebih rumit.
Kabarnya para pemain pun sudah meminta Koeman untuk mempertimbangkan untuk mengembalikkan taktik 4-3-3 untuk menjaga keseimbangan tim, tapi Koeman masih bergeming, setidaknya untuk saat ini.


0 Response to "Taktik Ronald Koeman Mulai Membuat Resah Ruang Ganti Barcelona"
Post a Comment